• 27

    Feb

    Naluri Kartini Di Jiwa Sumiharti

    Tahun 1967. Menyibak tirai kesunyian pagi, pun mentari menyinari. Harapan akan perubahan adalah doa yang tidak pernah ia tinggalkan, kini saatnya menjelajahi liuk jalan setapak untuk sebuah perubahan yang lebih baik bagi cita perempuan. Wajah Sumiharti tampak sumeringah, tegar, bahkan kuat walau sebagai buruh pendidikan di sebuah sekolah menengah pertama di desanya, Sakra, Lombok Timur. Seringkali terngiang dalam benaknya, masih banyak yang harus diselesaikan, harus diperhitungkan bila sosok perempuan ingin maju. Mereka harus lebih cermat, lebih teliti dari laki-laki. Pun kodrat kewanitaannya harus diterima. Jelas, ketergantungan perempuan pada laki-laki saat ini masih terindera dan itu di sisi lain adalah sebuah kelemahan. Di tiap simpul syaraf otak kaum perempuan desa Sakra masih saja
  • 30

    Jan

    Iftitah

    Sebagai alumni sebuah organisasi progresif membuat saya ingin selalu membaca banyak sumber terbaca, lalu menulisnya kembali yang teringat di simpul syaraf. Proses mengikat makna itu tidak hanya di blog ini saja. Ada dua blog lain yang bertema berbeda; yang pertama bertema lokalitas dan yang kedua bertema perjalanan sebagai guru. Sasaran pembaca blog ini adalah orang dewasa, orang tua, guru, dan pemerhati pendidikan. Dengan blog ini pun saya banyak belajar merangkai makna dengan bahasa yang lebih provokatif. Beda dengan dua blog saya yang lain. Blog ini memang sengaja dibuat dengan bahasa perlawanan, namun syarat data dan fakta. Karena tak banyak yang tekun menulis untuk membela kepentingan rakyat. Menjadi apatis terhadap politisi dan penguasa pun, mungkin, pembaca rasakan. Namun, tetap me
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post