• 27

    Feb

    Naluri Kartini Di Jiwa Sumiharti

    Tahun 1967. Menyibak tirai kesunyian pagi, pun mentari menyinari. Harapan akan perubahan adalah doa yang tidak pernah ia tinggalkan, kini saatnya menjelajahi liuk jalan setapak untuk sebuah perubahan yang lebih baik bagi cita perempuan. Wajah Sumiharti tampak sumeringah, tegar, bahkan kuat walau sebagai buruh pendidikan di sebuah sekolah menengah pertama di desanya, Sakra, Lombok Timur. Seringkali terngiang dalam benaknya, masih banyak yang harus diselesaikan, harus diperhitungkan bila sosok perempuan ingin maju. Mereka harus lebih cermat, lebih teliti dari laki-laki. Pun kodrat kewanitaannya harus diterima. Jelas, ketergantungan perempuan pada laki-laki saat ini masih terindera dan itu di sisi lain adalah sebuah kelemahan. Di tiap simpul syaraf otak kaum perempuan desa Sakra masih saja
-

Author

Follow Me

Search

Recent Post